• header
  • header
  • Bersama

Pengumuman Seleksi PPDB 2020 Tgl. 08 Juli 2020 Secara Online & Offline

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana menurut anda dengan KEBERADAAN Team Jurnalistik MTsN Kopas ???
Sangat Baik
Baik
Biasa Saja
Kurang Baik
  Lihat

Statistik


Total Hits : 258602
Pengunjung : 82304
Hari ini : 50
Hits hari ini : 94
Member Online : 100
IP : 18.206.194.134
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

  • NADILA ALYA SYARIFAH (Siswa)
    2019-10-20 13:18:08

    Assalamualikum Hai saya nadila alya syarifah 8a yang cantik :v
  • NADILA ALYA SYARIFAH (Siswa)
    2019-10-20 13:17:09

    Assalamualikum Hai saya nadila alya syarifah 8a yang cantik :v
  • Khilliatus Saniyah Putri Rochm (Siswa)
    2019-03-10 18:08:57

    Apa yang Anda pikirkan?
  • SHOFA HUROTUL AINI (Siswa)
    2018-10-31 14:53:39

    semua akan indah pada waktunya
  • SHOFA HUROTUL AINI (Siswa)
    2018-10-31 14:53:39

    semua akan indah pada waktunya
  • SHOFA HUROTUL AINI (Siswa)
    2018-10-31 14:53:39

    semua akan indah pada waktunya
  • SHOFA HUROTUL AINI (Siswa)
    2018-10-31 14:53:39

    semua akan indah pada waktunya
  • SHOFA HUROTUL AINI (Siswa)
    2018-10-31 14:53:39

    semua akan indah pada waktunya
  • SHOFA HUROTUL AINI (Siswa)
    2018-10-31 14:53:38

    semua akan indah pada waktunya
  • SHOFA HUROTUL AINI (Siswa)
    2018-10-31 14:53:38

    semua akan indah pada waktunya

EFEKTIFITAS PEMBUATAN MOBIL ARTIG SBG UPAYA MEWUJUDKAN GEN MILLENIAL BERAKHLAQUL KARIMAH




PENDAHULUAN

Revolusi industri ini berjalan dari masa ke masa. Dekade terakhir ini sudah dapat disebut memasuki fase ke empat 4.0. Generasi Millenial atau yang akrab dengan sebutan generasi Z lahir antara tahun 1998-sekarang (Tapscott, 2013). Generasi ini disebut juga i-Generation atau generasi internet. Menurut Bencsik (2016) perbedaan mencolok pada generasi Z adalah sejak kecil mereka sudah mengenal teknologi dengan akrab.

Hasil riset menunjukkan adanya kemunduran akhlak pada generasi Z, antara lain: 1) Munculnya sifat konsumtif dan  individualis (Juwita, 2015), 2) Pornocholic  bahkan 80% generasi millenial menyimpan konten ini dalam smarthphone mereka, 3)  Cyberbulliying dan cybervictimization (Safaria, 2016), 4) Agresif (Juwita, 2018), 5) Pribadi yang malas, kurang analisa mendalam, dan tidak bersosialisasi di luar komunitasnya, 6) cenderung lemah dalam nilai kebersamaan dan gotong royong (Ritonga, 2018)

Melihat beberapa kasus kemunduran akhlak yang terjadi perlu mengembangkan sebuah teknologi yang akrab dengan dunia i generation seperti AR (Augmented Reality) yang di dalamnya terdapata integrasi sains dan Al-Qur’an. Karena pemberian nasihat secara terus menerus adalah bentuk pembisaan nilai-nilai Islami dalam sebuah pembelajaran di sekolah atau sebuah pendidikan dirancang secara sistematik untuk membentuk kepribadian peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadist dalam lingkungan yang sengaja diciptakan (Muhaimin, 2006:106-107).

F Darmiyati (2011) dalam penelitiannya menyatakan adanya pengaruh yang signifikan antara pembiasaan pembelajaran berbasis visual terhadap prestasi belajar akhlak siswa. Selain itu, Prima Ningsih (2018) menyatakan bahwa akhlak siswa dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekolah/taman tertentu. Hasil wawancara terhadap beberapa siswa di MTsN 1 Kota Pasuruan menunjukkan bahwa siswa sudah terbiasa menggunakan media pembelajaran digital seperti gambar 3D, Video 3D interaktif, Augmented dan Virtual Reality, maka perlu untuk melakukan penelitian yang berjudul ‘Efektivitas Pembuatan MOBIL ARTIG Dalam Upaya Mewujudkan Generasi Millenial Berakhlak Qur’ani”

  1. Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada penelitian ini adalah:

  1. Bagaimanakah proses pembuatan mobil artig ?
  2. Bagaimanakah tingkat efektivitas upaya pewujudan generasi millenial berakhlak Qur’ani dengan dan tanpa mobil artig?
  3. Apakah ada perbedaan yang signifikan antara tingkat efektivitas pewujudan generasi millenial berakhlak Qur’ani dengan dan tanpa mobil artig ?
  4. metode penelitian
    • Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pre-test post-test control group design. Populasi penelitian seluruh siswa di MTsN 1 Kota Pasuruan dan sampel penelitian siswa kelas 7, 8 dan 9. Teknik pengumpulan data dengan kuisioner, observasi, dokumentasi dan wawancara, Teknik Analisis Data

Teknik analisa data terdiri dari 2 analisa, yaitu:

  1. Uji instrumen penelitian yang meliputi: 1) uji validitas, 2) uji  reliabilitas
  2. Uji hipotesis penelitian yang meliputi: 1) perhitungan tingkat efektivitas, 2) uji normalitas, 3) uji homogenitas, 4) uji hipotesis

HASIL ANALISA DATA

Pembuatan  Mobil Artig

  1. Tahap pemasangan Ayat, Hadist dan kandungannya, Penginstalan Aplikasi, Pembuatan Marker

 

grafik keterlaksanaan interaksi mobil artig dan siswa

pada kelas eksperimen

Tabel 4.4 : Tabel hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

 

 

Unstandardized Residual

N

24

Normal Parametersa

Mean

.0000000

Std. Deviation

5.11723344

Most Extreme Differences

Absolute

.184

Positive

.090

Negative

-.184

Kolmogorov-Smirnov Z

.902

Asymp. Sig. (2-tailed)

.390

a. Test distribution is Normal.

 

 

Tabel 4.5 : Tabel hasil Uji Homogenitas

Test of Homogeneity of Variances

Hasil

 

 

 

Levene Statistic

df1

df2

Sig.

.835

1

46

.366

 

 

 

Tabel 4.6 : Tabel hasil uji independent  sample t test

Independent Samples Test

 

 

Levene's Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

 

 

F

Sig.

t

df

Sig. (2-tailed)

 

 

hasil

Equal variances assumed

.835

.366

9.044

46

.000

Equal variances not assumed

 

 

9.044

38.703

.000

 

Peneliti melakukan tahap observasi lapangan, yaitu dengan memberikan perlakuan AR di kelas kontrol dan juga kelas eksperimen. Ini dilakukan dengan maksud membandingkan hasil efektivitas pada hasil kelas kontrol serta kelas eksperimen baik pada pre-test maupun pada post-test.

Selanjutnya adalah tahap ujicoba AR pada kelas kontrol dan juga kelas eksperimen. Kelas Eksperimen diberikah arahan terkait dengan adanya AR  dari cara penggunaan marker sehingga menghasilkan swafoto yang menarik sesuai keinginan responden. Marker disebar secara merata di lokasi untuk melihat efektivitas terhadap akhlak responden. 

Dalam desain AR, terdapat ayat al-Qur’an ataupun hadist serta kandungannya yang di internalisasikan dalam bentuk perintah, ajakan, himbauan, sehingga apa yang dilihat, direkam oleh otak, diingat dan lambat laun akan dilakukan melalui perbuatan. Seperti dalam L. Crow & A. Crow (1989:302-303) bahwa arah berfikir seseorang akan dipengaruhi oleh situasi yang ditemuinya termasuk pengalaman indra dan kesadaran yang bersifat tanggapan sehingga memungkinkan berubahnya tingkah laku (akhlak) seseorang.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa ada perubahan akhlak ketika AR di aplikasikan di Madrasah baik secara perlahan maupun cepat.

5.1 KESIMPULAN

                        Kesimpulan pada penelitian ini adalah:

  1. Proses pembuatan mobil artig dimulai dari studi pendahuluan baik melalui studi pustaka dan studi lapangan. proses berikutnya yaitu proses penginstalan aplikasi assemblr dari playstore. Proses pembuatan AR  dengan menggabungkan bangun ruang yang ada dengan kreativitas untuk membuat ayat Al-Qu’an. Rendering dengan membuat marker  yang dilanjutkan dengan proses printing pada kertas HVS dan laminating.  Pada tahap ini proses pembuatan mobil artig telah selesai. Pada tahap berikutnya yaitu peletakkan marker pada halaman sekolah agar siswa dapat menikmati Augmented Reality di halaman MTsN 1 Pasuruan.
  2. Nilai rerata tingkat efektivitas perubahan akhlak pada kelas  tanpa menggunakan mobil artig  ialah sebesar 0,65 yang berada pada kategori efektivitas sedang, sedangkan pada kelas yang menggunakan mobil artig menunjukkan nilai tingkat efektivitas perubahan akhlak sebesar 0,85 yang berada pada kategori efektivtas tinggi.
  3. Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat efektivitas perubahan akhlak bagi siswa yang menggunakan mobil artig dibandingkan siswa yang tidak menggunakan mobil artig.

 

5.2 SARAN

Saran pada penelitian ini adalah

  1. Saran Teoritis

Media AR yang dikemas dalam mobil artig merupakan media yang akrab dengan generasi Z, seyogyanya insan pendidikan sudah mulai melakukan pergeseran pendekatan dalam membuat media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa masa kini.

 

  1. Saran Praktis

Pemberian nasehat, himbauan pada siswa hendaknya menggunakan media yang digandrungi oleh siswa. Hal ini akan mempermudah input nasehat tersebut ke dalam sanubari siswa

 

 

 

 




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas